_

_

Selasa, 12 Januari 2016

Pekerjaan yang Ingin Dicapai dan Tokoh Inspirasi

Pada kesempatan tugas kali ini saya akan menceritakan sedikit pekerjaan yang ingin saya capai dan tokoh-tokoh inspirasi dibelakangnya.
Sejak saya duduk di bangku sekolah dasar setiap kali orang lain bertanya kepada saya tentang pekerjaan dan cita-cita saat saya dewasa kelak saya selalu menjawab ingin menjadi pramugari. Sederhana saja, saya bisa berkeliling Indonesia dan dunia dengan gratis. Namun impian itu saya tinggalkan saat saya sadar bahwa gigi saya tidak tersusun rapih dan saya takut dokter gigi. Kemudian impian lain muncul saat saya duduk di kelas 2 SMP. Saat itu saya ingin menjadi psikiater, walau banyak teman saya yang berkata bahwa saya lebih cocok dibidang seni design dibanding menjadi psikiater. Belum banyak refrensi yang saya dapat mengenai impian saya tersebut, yang saya tau seorang psikiater dapat membantu orang lain dari segi fisik maupun mental. Menolong orang lain dengan sakit mental maupun permasalahan-permasalahan yang dialaminya yang tidak semua orang dapat membantu menurut saya adalah pekerjaan yang sangat mulia dan keren.
Impian itu tidak saya pupuskan begitu saja meski saya masuk Sekolah Kejuruan dengan jurusan Teknik Komputer. Bahkan, saat masa orientasi dan saya di beri pertanyaan tentang cita-cita saya saat dewasa saya tetap menjawab “psikiater”, meski sangat aneh mendengar jawaban itu dari siswa jurusan teknik komputer bukan ipa. Tiga tahun saya belajar ilmu komputer dan merasa bahwa ini bukanlah bidang saya, saya semakin mantap masuk universitas dengan jurusan psikologi. Karena sulit bagi saya untuk masuk ke fakultas kedokteran dengan background sekolah saya yang hanya mendapat sedikit ilmu pengetahuan seperti biologi dan kimia, belum lagi untuk mencapai impian saya menjadi psikiater saya harus mengambil  S2 spesialis kesehatan jiwa nantinya. Memakan biaya dan waktu yang tidak sedikit.
Sampailah saya pada proses menggapai impian saya sekarang, menjadi  psikolog anak. Saya sangat tertarik dengan psikologi klinis anak. Saya sempat menjadi guru pendamping di sebuah klub untuk anak-anak berkebutuhan khusus selama tiga bulan beberapa bulan lalu. Senang rasanya membantu satu per satu anak-anak yang memiliki kekurangan hingga dapat mandiri. Meski prosesnya tidak mudah dan melelahkan namun saat anak-anak yang saya asuh menunjukkan sedikit saja perkembangan, kebahagian penuh dalam dada.
Tokoh yang menginspirasi saya saat ini adalah Bapak Seto Mulyadi. Saya pernah bertemu dengan beliau dua kali, satu kali di sebuah event di Senayan dan satu kali lagi saat tidak sengaja satu lift dengan beliau di kampus. Beliau adalah sosok yang sangat hangat, saya banyak membaca artikel tentang beliau dan kegiatan-kegiatan beliau membantu banyak anak dengan latar belakang beraneka ragam di Indonesia. Saya kira tidak perlu saya sampaikan banyak hal untuk menggambarkan beliau, pasti banyak orang yang sudah familier dengan kehebatan yang mengagumkan.

Sistem Informasi Psikologi

Penggunaan elemen-elemen yang terdapat dalam sebuah sistem informasi dapat di aplikasikan dalam dunia Psikologi. Dalam penggunaannya, sistem tersebut dapat berinteraksi dengan informasi yang telah di dapatkan guna mencapi suatu tujuan. Tujuan yang di maksudkan disini adalah di dalam dunia Psikologi dan penggunaan komputer serta aplikasi yang digunakan, sistem informasi di dalamnya dapat berkesinambungan membuat suatu keputusan maupun kesimpulan dari serangkaian hasil penggunaan aplikasi-aplikasi tersebut.
Sumber lain juga berpendapat, sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal, Gaol (2008). Contoh-contoh penerapan sistem informasi pada ilmu psikologi adalah sebagai berikut:
• Penggunaan sistem informasi untuk membantu pengerjaan psikotest, baik secara online maupun hasil scoring. Banyak program-program maupun web online penyedia psikotes, hal ini dapat digunakan bagi siapapun untuk melakuakn test psikologi dengan cara yang lebih mudah dan efisien. Hasil test tersebut juga dapat dikerjakan dengan hasil yang lebih akurat dengan bantuan sistem dibandingkan dengan cara manual yang dapat saja terjadi human error.
• Penggunaan sistem informasi berbasis program untuk membantu menyelesaikan hasil-hasil penelitian psikologi metode kuantitatif dengan lebih mudah. Seperti SPSS, yang dapat membantu menghasilkan data yang lebih lengkap dengan cara yang lebih praktis dibandingkan dengan cara manual.
• Penggunaan sistem informasi yang dapat dikembangkan menjadi sarana game edutaiment bagi psikologi pendidikan, khususnya bagi anak-anak.

Sumber:
Gaol, C., J., L. (2008). Sistem Informasi Menejemen. Jakarta: Grasindo

Sistem Informasi

Menurut Joos, dkk (2009) sistem informasi adalah suatu sistem yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi dengan menggunakan sistem input atau proses atau output. Menurut Kusrini & Kaniyo (2007), sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian sub-sistem informasi terhadap pengolahan data untuk menghasilkan informasi berguna dalam pengambilan keputusan. Sehingga dapat disimpulkan sistem informasi adalah sebuah sistem yang terdiri atas rangkaian sub-sistem informasi yang memiliki tujuan sendiri untuk menghasilkan informasi guna mengambil sebuah keputusan atau kesimpulan.

a.    Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen adalah seluruh rangkaian aktivitas kerja sistem informasi yang membentuk satu kesatuan sistem dengan tujuan yang sama melalui proses penyimpanan, pengumpulan, pengolahan, sampai akhirnya mengasilkan informasi yang berguna bagi anggota organisasi, (Machmud, 2013).

b.   Sistem Informasi Geografis
Sistem informasi geografis merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan) sistem ini meng-capture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi (Aini, 2007).

Sumber:

Aini, Anisah. (2007). Sistem informasi geografis pengertian dan aplikasinya. Yogyakarta: STMIK AMIKOM
Joss, I. (2009). Belajar Cepat Komputer. Jakarta: Yudhistira.
Kusrini & Koniyo, A. (2007). Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akutansi dengan Visual Basic &Microsoft SQL Server. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Machmud, Rizan. (2013). Peranan penerapan sistem informasi manajemen terhadap efektivitas kerja pegawai lembaga pemasyarakatan narkotika. Jurnal Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Negeri Gorontalo. Vol. 9. No. 3

Sabtu, 17 Januari 2015

AI (Kecerdasan Buatan)

Kepandaian buatan (AI), diartikan secara luas sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan perkembangan komputer (perangkat keras) dan program-program komputer (perangkat lunak) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. Ketika mendiskusikan tentang AI, biasanya berkaitan erat dengan psikologi kognitif dan ilmu neurologi, Soslo (2007).
AI dengan psikologi kognitif memiliki semacam hubungan simbiosis, masing-masing bagian mendapat keuntungan daei peningkatan bagian lainnya. Peningkatan pada cara-cara untuk meniru secara persis persepsi manusia, ingatan, bahasa, dan pikiran, tergantung pada pengertian bahwa proses ini dicapai oleh manusia. Meskipun pengembangan AI di dedikasikan untuk mengembangkan mesin yang bertindak seakan mereka pandai, kebanyakan dirancang tanpa bertujuan untuk meniru proses kognitif manusia.
Sejak konferensi Darmouth, AI berkembang sangat pesat. AI dalam beraneka bentuknya, saat ini telah menyentuh kehidupan sehari-hari kebanyakan manusia di dunia, serta dimanfaatkan dalam beraneka penelitian penting yang dilakukan ribuan ilmuan. Jenis komputer yang paling umum digunakan saat ini terpola berdasarkan rancangan ahli matematika Hungaria, John Von Neumann pada tahin 1958 yang berimigrasi dari Amerika Serikat pada tahun 1930.
Pada masa awal teknologi komputer, bahkan ilmuwan AI memiliki impian luar biasa tentang robot dan mesin berpikir. Sebuah tulisan yang sangat berpengaruh ditulis pada awal tahun 1940an oleh seorang psikiater asal Chicago, W.S. McCulloch, serta mahasiswanya W. Pitts. Tidak lama setelah tulisan McCulloch dan Pitts, Von Neumann melihat hubungan antara sikap logis neuron ketika berinteraksi dengan kinerja komputer digital. Mengikut jejak Von Neumann, F. Rosenblatt mengambil alih proyek perakitan komputer yang meniru fungsi dan struktur otak manusia.
Generasi komputer atau ilmuan kognisi saat ini lebih optimis dengan kemampuan sebuah mesin untuk memancing fungsi neuron. Salah satu perubahan terbaru dari persepton adalah konsepnya. Kebanyakan topic berhubungan dengan masalah arsitektur komputer dan otak. Bagaimanapun juga komputer tetap tidak bisa menampilkan fungsi seperti manusia; komputer dan otak tidak identik. Pada beberapa hal, komputer melakukan sesuatu lebih baik dari otak, tapi pada beberapa hal lain komputer lebih buruk dari otak.
Riset psikologi selama lebih dari satu abad, terutama melalui riset psikologi kognitif beberapa abad lalu. Seperti yang diketahui bahwa mesin berpikir manusia adalah otak. Otak sebagai mesin ini berbeda secara fundamental dibandingkan dengan komputer Von Neumann yang sekarang biasa digunakan. Mungkin AI akan berperan lebih jauh jika komputer lebih menyerupai otak. Beberapa program komputer bekerja lebih efektif daripada pikiran manusia, dan kebanyakan sangat pintar menirukan hal-hal nyata meski masih sedikit janggal. Komputer mampu memecahkan beberapa masalah, sepertu sebuah soal matematika yang mendetil, lebih cepat dan lebih akurat dari manusia.
Kecepatan proses komputer berbasis silikon dapat dilampau hanya dengan nanodetik, sedangkan manusia dapat hingga milidetik sampai beberapa detik. Kapasitas komputer berbasis silikon sangat besar, untuk informasi berkode digital, sedangkan otak berbasis karbon yang dimiliki manusia dapat menyimpan sangat besar, untuk informasi visual dan linguistik. Kemampuan belajar manusia adalah konseptual, berbeda hal dengn komputer yang belajar sesuai aturan yang ditetapkan.
Para psikolog biasanya menganggap bahasa sebagai manifestasi utama dalam proses kognitif. Bahasa, lebih dari kategori apapun dalam variable respons manusia, mampu merefleksikan pikiran, persepsi, ingatan, pemecahan masalah, kecerdasan dan pembelajaran. Bahkan, karena pentingnya dalam prinsip dasar psikologi, bahasa menjadi perhatian utama para ilmuan AI. Antusiasme para pemain awal AI langsung menanggapi tantangan yang muncul dari Tes Turing dan kemudian menuliskan program yang dirancang untuk menanggapi permintaan bahasa yang tidak bisa dipisahkan dari respons manusia, tiga program komputer yang dikembangkan antara lain:
Eliza
Salah satu program komputer pertama yang mampu berkomunikasi, ditulis oleh Joseph Weizenbaum (1966). Pada satu program yang spesifik, bernama DOCTOR, ELIZA mengambil peran seperti seorang psikiater. Respons dari komputer cenderung stereotype, misalnya dia deprogram untuk merespons beberapa kunci kalimay dengan respons yang hanyalah merupakan transformasi dari kalimat aslinya.. Kapasitas manusia dalam hal pengetahuan perasaan, kecenderungan, dinamika kelompok, dan seterusnya, terbentuk menjadi apa yang mau tidak mau kita ebut pengertian. Eliza kekurangan hal itu.
Parry
Colby, Hilf, Weber dan Kraemer (1972) mensimulasikan seorang pasien dan menyebut program ini Parry, karena ia mesimulasikan seorang pasien paranoid. Mereka memilih seorang paranoid sebagai subyek karena beberapa teori menyebutkan bahwa proses dan sistem paranoia memang ada, perbedaan respons psikotis dan respons normalnya cukup hebat. Colby dan para rekan-rekan penelitinya mengarahkan komputer tersebut untuk melakukan tes Turing, dengan meminta sekelompok psikiater untuk mewawancarai Parry menggunakan pesan yang disampaikan dalam bentuk ketikan.
Meskipun Colby dan rekan-rekannya berhasil memprogram komputer yang mampu merespons serupa dengan respons seorang pasien paranoid, di mana program ini juga lulus Tes Turing, tetapi program ini masih jauh dari konsep model pemahaman lengkap dengan produksi bahasa.
NETtalk
Program ini jenisnya cukup berbeda, berdasarkan pada jarring-jaring neuron, sehingga dinamakan NETtalk. Program ini dikembangkan oleh Sejnowski di sekolah medis Harvard dan Rosenberg di Universitas Princeton. Model simulasi jarring neuron terdiri atas beberapa ratus unit dan ribuan koneksi. NETtalk dapat membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa.
Pada tahap-tahap awal AI, komputer disangka akan menjadi asisten yang luar biasa dalam penerjemahan bahasa. Cukup dengan menginstal bank memori komputer dengan kata-kata dari kedua bahasa dalam jumlah yang seimbang (contoh: keseimbangan antara bahasa inggris dan Norwegia misalnya: necklace=halsband, cloth=kloer, pocketbook=lommebook, pink=lyserod, dst); memasukkan bahasa yang satu dan mengeluarkannya dalam bahasa yang lain. Bagaimanapun juga, bakan ketika penterjemahan satu persatu dilakukan dalam konteks informasi sintaktis, hasilnya terkadang menjadi aneh.

Contoh kasus:
Konsep “kepercayaan”:
Aku pergi sampai jam 2 pagi kemarin.
Istriku benar-benar memberikannya padaku.
Cukup adil untuk menyimpulkan bahwa kebanyakan orang memahami bahwa apa yang sang istri berikan ke suaminya bukanlah kasih sayang. Tidak masalah jika pemahaman kita salah total. (Misalnya, sang suami mungkin sudah bekerja cukup lama dalam laboratoriumnya, dan baru saja menemukan penyembuh kanker yang akan membuatnya tenar dan membawa keberuntungan pada keluarganya, atau sang suami mungkin sudah pulang terlalu awal).
Kita sedang membicarakan apa yang dipahami kebanyakan orang tentang apa yang dipahami kebanyakan orang tentang cerita pendek tadi dan yang tidak dipahami kebanyakan program komputer (intinya ada pada perbedaan makna struktur yang tampak dengan makna struktur yang lebih dalam). Sebuah program yang mampu memahami cerita ini tidak hanya membutuhkan memori idiom yang sangat besar (bagaimana lagi dia bisa memahami yang dimaksud dengan “memberikannya padaku”) tetapi juga beberapa pemahaman atas datang dan perginya sang suami, kepercayaan istrinya, serta sikapnya pada beberapa hal.

DAFTAR PUSTAKA

Soslo, R., L., Maclin, O., H., Maclin., M., K. (2007). Psikologi Kognitif (8th Ed.). Jsakarta: Erlangga

Senin, 07 April 2014

Psikoterapi (Tugas 1)

Menurut Wolberg (dalam Alloy, 1996), Psikoterapi adalah pengobatan, dengan cara psikologis, masalah yang bersifat emosional di mana seseorang dilatih dengan sengaja menjalin hubungan profesional dengan pasien dengan objek (1) menghapus, memodifikasi, atau retrding symtoms yang ada, (2) mediasi pola terganggu perilaku, dan (3) meningkatkan pertumbuhan kepribadian positif dan pembangunan.
Psikoterapi sering mencakup jenis yang sama kenyamanan dan nasihat yang kita dapatkan dari teman-teman kita, tetapi berbeda karena melibatkan hubungan formal di mana klien berharap untuk layanan profesional. Selain itu, beberapa bentuk psikoterapi bertujuan untuk tingkat ilmu pengetahuan. Artinya, mereka mengklaim harus didasarkan, dan bertujuan untuk berkontribusi, hukum empiris diverifikasi perilaku-tujuan  yang tidak diimpikan oleh teman-teman dan kerabat.
Dalam sebuah buku tentang psikoterapi, Mahoney (dalam Alloy, 1996), menimbulkan tiga pertanyaan mendasar: dapatkah orang berubah? Dapatkah orang membantu orang lain berubah? Dan beberapa bentuk bantuan yang lebih baik daripada yang lain? Jawaban untuk pertanyaan pertama dan kedua, adalah ya, dalam beberapa kasus.
Meskipun psikoterapi individu merupakan pengobatan yang penting untuk masalah emosional, itu bukan satu-satunya bentuk pengobatan, juga bukan selalu yang terbaik. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang telah berpaling ke psikologis buku bantuan mandiri. Ada juga berbagai terapi kelompok dan terapi biologis, seperti obat-obatan, yang dapat digunakan sebagai pengganti, atau di samping, psikoterapi individu.

Dua perbedaan perlu mendapatkan perhatian khusus. Yang pertama harus dilakukan dengan pendekatan dasar untuk membawa perubahan dalam perilaku klien. London (dalam Alloy, 1996) membagi psikoterapi dalam dua kategori: terapi wawasan dan terapi tindakan. Terapi wawasan didasarkan pada teori bahwa masalah perilaku muncul ketika orang gagal untuk memahami motif yang mendasari tindakan mereka, dan terutama ketika mereka menolak untuk menghadapi konflik antara motif yang berbeda. Oleh karena itu, tujuan terapi wawasan, seperti namanya menunjukkan, adalah untuk meningkatkan kesadaran pasien mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan, asumsi adalah bahwa setelah mereka memahami perilaku mereka, mereka akan dapat mengontrol dalam lebih baik. Dalam terapi tindakan, di sisi lain, ada sedikit atau tidak ada dicussion motif. terapis berfokus langsung pada masalah perilaku pasien dan attemps untuk memperbaikinya dengan mengajarkan keterampilan baru pasien.
Kita telah melihat banyak contoh dari kedua jenis terapi. Terapi psikodinamik, terapi humanistik-eksistensial, dan bahkan, terapi kognitif, dalam bentuk klasiknya, adalah terapi wawasan, yang berbeda hanya dalam jenis wawasan di mana mereka bertujuan. Terapi perilaku, di sisi lain, umumnya terapi tindakan, dan terapi kognitif, seperti apa yang diterapkan, umumnya kombinasi dari tindakan dan wawasan.

Rabu, 06 November 2013

PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN DAN ACTUATING DALAM MANAJEMEN

A.    PENGORGANISASIAN STRUKTUR MANAJEMEN
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan.
Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan dan bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Dalam fungsi dari manajemen, organisasi dapat dibedakan menjadi organisasi formal dan organisasi informal, yaitu:
·         Organisasi Formal
Organisasi formal merupakan system tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggungjawaban yang dirancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan. Struktur formal ini dibuat untuk mencakup pekerjaan yang harus dilakukan dan memberikan kerangka bagu perilaku dalam mengerjakannya. Beberap faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan struktur organisasi formal adalah :
1.      Wewenang
2.      Tanggung jawab
3.      Pertanggungjawaban
4.      Delegasi
5.      Koordinasi

·         Organisasi Informal
Organisasi informal adalah jaringan hubungan peribadi dan social pada umumnya tidak dilakukan atas dasar aturan formal. Organisasi informal selalu ada dalam setiap organisasi, keberadaannya tidak direncanakan, terjadi atas dasar keakraban dan hubungan-hubungan baik yang menyangkut pekerjaan ataupun tidak.
Organisasi informal hampir selalu terjadi dalam semua perusahaan karena adanya interaksi manusia. Organisasi informal pada dasarnya dapat melayani empat fungsi utama:
1.      Memelihara dan memperkuat kesamaan norma diantara anggota
2.      Memberi atau menyediakan kepuasan sosial, status, dan rasa aman bagi anggota
3.      Membantu para anggotanya untuk berkomunikasi
4.      Membantu memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi anggotanya


Manfaat dan Kerugian struktur fungsional dan struktur divisional adalah:
·         Manfaat struktur fungsional dan struktur divisional
Fungsionalisme struktural adalah sebuah sudut pandang luas dalamsosiologi dan antropologi yang berupaya menafsirkan masyarakat sebagai sebuah struktur dengan bagian-bagian yang saling berhubungan.
-          Teori fungsionalisme struktural adalah suatu bangunan teori yang paling besar pengaruhnya dalam ilmu sosial di abad sekarang. Tokoh-tokoh yang pertama kali mencetuskan fungsional yaitu August Comte, Emile Durkheim dan Herbet Spencer.
-          Teori struktural fungsional berkaitan erat dengan sebuah struktur yang tercipta dalam masyarakat. Struktural – fungsional, yang berarti struktur dan fungsi. Artinya, manusia memiliki peran dan fungsi masing – masing dalam tatanan struktur masyarakat
Pemikiran structural fungsional sangat dipengaruhi oleh pemikiran biologis yaitu menganggap masyarakat sebagai organisme biologis yaitu terdiri dari organ-organ yang saling ketergantungan, ketergantungan tersebut merupakan hasil atau konsekuensi agar organisme tersebut tetap dapat bertahan hidup.
Dalam struktur organisasi fungsional, setiap manajer yang mempunyai spesialisasi fungsional menggantikan tempat dan peranan si pemilik perusahaan.  Transisi menuju spesialisasi ini membutuhkan sebuah perubahan substansial dalam gaya manajemen pimpinan perusahaan. Sebagai organisasi yang  menumbuhkan dan mengembangkan sejumlah produk dan pasar yang berkaitan, struktur organisasi ini secara teratur berubah untuk merefleksikan spesialisasi yang lebih besar. Untuk mengetahui format struktur organisasi fungsional, lihat gambar berikut.

Contoh Struktur Organisasi Sebuah Perusahaan

·         Kerugian struktur dari fungsional dan divisional adalah:
-          Kerugian Struktur Fungsional
1.      Karena banyak  orang yang ahli dan kompeten dibidangnya maka muncul konflik-konflik baik secara vertikal maupun horizontal,  Tidak jarang terjadi gesekan-gesekan opini dan ide dimasing-masing bidang yang dapat menganggu stabilitas perusahaan.
2.      Sulit mengontrol perusahaan karena banyaknya bidang, divisi, serta ilmuwan-ilmuwan di masing-masing bidang.  sehingga harus merekrut dewan pengawas ditiap bidang.
3.      Penympangan-penympangan menjadi sulit terlacak dan lebih sering terjadi yang dapat merugikan perusahaan. banyaknya bidang yang harus dicontrol menyebabkan lemahnya pengawasan.
4.      Muncul persaingan yang tidak sehat karena masing-masing individu merasa ahli dan berperan dalam perusahaan.
-          Kerugian struktur divisional
1.      Mengkibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional
2.      Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar  divisi

3.      Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah

B.      ACTUATING DALAM MANAJEMEN
Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-orang dalam organisasi.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya.
Hal yang penting untuk diperhatikan dalam pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk mengerjakan sesuatu jika:
1.      Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
2.      Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
3.       Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting,atau mendesak,
4.      Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
5.      Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.
Dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia, juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah laku yang berbeda-beda, memiliki pandangan serta pola hidup yang berbeda pula. Oleh karena itu, pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip, yaitu:
a.     Prinsip mengarah pada tujuan
Tujuan pokok dari pengarahan nampak pada prinsip yang menyatakan bahwa makin efektifnya proses pengarahan, akan semakin besar sumbangan bawahan terhadap usaha mencapai tujuan. Pengarahan tidak dapat berdiri sendiri,artinya dalam melaksanakan fungsi pengarahan perlu mendapatkan dukungan/bantuan dari factor-faktor lain seperti :perencanaan, struktur organisasi, tenaga kerja yang cukup, pengawasan yang efektif dan kemampuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kemampuan bawahan.
b.     Prinsip keharmonisan dengan tujuan
Orang-orang bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhannya yang mungkn tidak mungkin sama dengan tujuan perusahaan. Mereka mengkehendaki demikian dengan harapan tidak terjadi penyimpangan yang  terlalu besar dan kebutuhan mereka dapat dijadikan sebagai pelengkap serta harmonis dengan kepentingan perusahaan.
Semua ini dipengaruhi oleh motivasi masing-masing individu. Motivasi yang  baik akan mendorong orang-orang untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar. Sedang kebutuhan akan terpenuhi apabila mereka dapat bekerja dengan baik, dan pada saat itulah mereka menyumbangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan organisasi.
c.     Prinsip kesatuan komando
Prinsip kesatuan komando ini sangat penting untuk menyatukan arah tujuan dan tangggung jawab para bawahan. Bilamana para bawahan hanya memiliki satu jalur didalam melaporkan segala kegiatannya. Dan hanya ditujukan kepada satu pimpinan saja, maka pertentangan didalam pemberian instruksi dapat dikurangi, serta semakin besar tanggung jawab mereka untuk memperoleh hasil maksimal.
Komunikasi membantu perencanaan managerial dilaksanakan dengan efektif, pengorganisasian managerial dilakukan dengan effektif, penggerakan managerial diikuti dengan efektif dan pengawasan diterapkan dengan efektif. Dalam melakukan komunikasi dalam manajemen ada beberapa macam diantaranya :
a.     Komunikasi intern
yaitu komunikasi yang dilakukan dalam organisasi itu sendiri baik antara atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan atau antara atasan dengan bawahan atau sebaliknya.
b.     Komunikasi Ekstern
yaitu komunikasi yang dilakukan keluar organisasi.
c.      Komunikasi Horizontal
yaitu komunikasi yang dilakukan baik intern maupun ekstern antar jabatan yang sama.
d.     Komunikasi Vertikal
yaitu komunikasi yang dilakukan dalam intern organisasi antara atasan dan bawahan atau sebaliknya dalam suasana formil.